Jakarta, 30 August 2025 — Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara terus mengalami penyesuaian agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. Pada tahun 2025, aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) menurut badanbahasa.kemendikdasmen.go.id kembali diperbarui untuk memberikan panduan yang lebih jelas dalam penulisan dokumen resmi, baik di lingkup pemerintahan, pendidikan, maupun sektor swasta. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai aturan EYD terbaru 2025, termasuk poin-poin penting yang harus diperhatikan serta dampaknya terhadap penyusunan dokumen resmi.
Latar Belakang Perubahan EYD
Seiring dengan perkembangan teknologi, digitalisasi, dan globalisasi, kebutuhan akan bahasa yang baku dan seragam semakin tinggi. Banyak istilah baru yang muncul, gaya penulisan yang dipengaruhi media sosial, serta kebutuhan komunikasi formal antar lembaga membuat EYD perlu disesuaikan. Tujuan utama dari revisi ini adalah menjaga konsistensi bahasa Indonesia, sekaligus memastikan dokumen resmi tetap memiliki nilai profesional dan legal.
Poin Penting dalam Aturan EYD Terbaru 2025
Beberapa hal yang menjadi sorotan dalam aturan terbaru ini meliputi:
1. Konsistensi Penulisan Huruf Kapital
EYD 2025 menekankan penggunaan huruf kapital pada nama jabatan yang diikuti nama orang, misalnya: Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat. Namun, bila tidak diikuti nama, maka huruf kecil digunakan, seperti presiden menetapkan kebijakan baru.
2. Penulisan Kata Serapan
Kata-kata serapan dari bahasa asing kini mengikuti kaidah pelafalan dan penulisan yang lebih disesuaikan. Contohnya, kata WhatsApp tetap ditulis sesuai nama merek, tetapi kata online lebih dianjurkan ditulis sebagai daring dalam dokumen resmi.
3. Pemakaian Tanda Baca
EYD terbaru juga memperjelas penggunaan tanda koma, titik dua, dan tanda hubung. Misalnya, tanda koma tetap wajib digunakan setelah kata penghubung seperti yaitu, yakni, dan misalnya.
4. Penulisan Angka dan Satuan
Penulisan angka dalam dokumen resmi kini semakin diperketat. Angka satu sampai sepuluh dianjurkan ditulis dengan huruf, sedangkan di atas sepuluh boleh menggunakan angka. Untuk satuan ukuran, spasi wajib digunakan, contohnya: 10 kg, bukan 10kg.
5. Istilah Digital dan Teknologi
Menghadapi era digital, aturan EYD terbaru 2025 juga memuat pedoman tentang penulisan istilah teknologi. Misalnya, kata email tetap digunakan, bukan surel yang sebelumnya sempat diwajibkan, karena sudah lebih umum dipahami masyarakat.
Implikasi dalam Penulisan Dokumen Resmi
Perubahan aturan EYD ini tentu berpengaruh besar, terutama bagi instansi pemerintah, perusahaan, hingga dunia pendidikan. Beberapa implikasinya antara lain:
- Dokumen pemerintahan harus mengikuti standar baku untuk menghindari kesalahan administratif.
- Perusahaan perlu menyesuaikan format surat resmi, laporan, hingga kontrak kerja agar terlihat profesional dan sah.
- Institusi pendidikan wajib mengajarkan EYD 2025 kepada peserta didik, sehingga generasi baru terbiasa menulis sesuai kaidah.
Kiat Menerapkan Aturan EYD 2025
Agar tidak bingung dalam menerapkan aturan baru ini, berikut beberapa kiat yang bisa diperhatikan:
- Gunakan pedoman resmi – Pastikan merujuk pada buku atau panduan resmi EYD 2025 yang dikeluarkan oleh Badan Bahasa.
- Perbarui dokumen template – Format surat, laporan, atau notulensi lama perlu direvisi sesuai aturan baru.
- Latih penulisan internal – Adakan pelatihan singkat di kantor atau institusi agar staf terbiasa dengan aturan baru.
- Manfaatkan teknologi – Gunakan aplikasi pengecek ejaan atau tata bahasa untuk memastikan penulisan sesuai standar.
Kesimpulan
Perubahan aturan EYD terbaru 2025 bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk menjaga profesionalitas dan keseragaman bahasa Indonesia dalam dokumen resmi. Dengan memahami poin-poin penting, implikasi, dan kiat penerapannya, setiap individu maupun institusi dapat beradaptasi dengan lebih mudah. Pada akhirnya, bahasa yang tertata rapi bukan hanya mencerminkan ketaatan pada aturan, tetapi juga menunjukkan identitas dan wibawa bangsa.
Leave a Reply